Guru SD Ditemukan Tewas dalam Ember
Diduga Korban Pemerkosaan

By Ariel 10 Jul 2020, 06:50:26 WIB Kriminal
Guru SD  Ditemukan Tewas dalam Ember

Keterangan Gambar : Polisi melakukan identifikasi di lokasi ditemukannya korban dalam ember plastik ukuran besar


BANYUASIN,onlinekite.id - Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), Efriza Yuniar alias Yuyun (50) berstatus sebagai guru SD 11 Muara Telang, Desa Marga Rahayu, Kecamatan Muara Telang, Banyuasin, ditemukan tewas di rumah dinas yang berada di lingkungan sekolah, Kamis (9/7) sekitar pukul 11.00 WIB.

Korban ditemukan tewas dalam ember ukuran besar dengan kondisi tangan terikat ke perut, leher terjerat dan posisi kepala korban menghadap ke bawah. Korban tidak mengenakan sehelai pakaian sedikitpun dan terbungkus kain sprei yang ditutup dengan karpet dan diikat dengan tali rapia.

Ditemukan pertama kali oleh rekan-rekan korban yaitu Juita, Hendra, Hakim dan Siti Rohmah bersama Haris kepala tukang rumah dinas guru SD N 11 Muara Telang, Banyuasin. Saksi-saksi tersebut datang ke sekolah karena ada kegiatan sekolah pagi tadi.

Kapolres Banyuasin, AKBP Danny A Sianipar Sik ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Iya benar, untuk motifnya masih didalam penyidik,”ujarnya.

Saksi yang pertama kali menemukan korban masih dalam interogasi penyidik, kemudian penyidik bersama kerabat korban melakukan pemeriksaan dirumah kornan untuk mencari barang berharga korban. “Apakah ada yang hilang atau tidak, “jelasnya.

Selain diselidiki polsek Muara Telang, kasus ini diback up satreskrim Polres Banyuasin. “Kapolsek dan Kasatreskrim masih berada di TKP,” tukasnya.

"Korban sendiri ditemukan tewas dengan posisi tanpa busa, tangan diikat, dan dimasukkan dalam ember plastik. Juga ditemukan bercak cairan yang diduga sperma di tubuh korban. “Identifikasi sementara sperma. Dugaan diperkosa dan kemudian dibunuh, namun kita mendalami motif-motif lain,” ungkapnya.

Korban yang juga penjaga pustaka sekolah ini diketahui seorang janda dan tinggal seorang diri sejak 10 tahun. Sebelum ditemukan, korban sempat dicari oleh salah satu rekannya karena kunci sekolah dipegang oleh korban. Keberadaan korban sempat ditanyakan kepada Haris, kepala tukang rumah dinas guru SD.

Lalu kunci rumah korban ditemukan tersimpan di laci meja di depan rumah korban. Sekitar pukul 09.00 WIB, rekan-rekan korban masuk ke dalam rumah yang bersampingan dengan sekolah. “Kami cek di kamar dan dapur tidak ada. Lalu kami kembali ke sekolah kembali bekerja,”terang Haris.

Awalnya dia dan rekan korban lainnya tidak curiga, karena keadaan dalam rumah korban tidak ada yang berantakan. Karena penasaran, sekitar pukul 10.00 WIB kembali mengecek ke dalam rumah hingga ke dalam kamar mandi dan melihat ada sesuatu mencurigakan di dalam ember plastik ukuran besar.

Setelah ember dipegang, saksi yang melihat tubuh korban langsung menjerit sekeras-kerasnya. Posisi kepala korban berada di bagian bawah, kondisi telanjang dengan dibungkus seprai, tangan diikat, dan ditutup pakai karpet yang terikat tali rapia. Kejadian ini langsung dilaporkan ke pihak berwajib dan aparat desa setempat.

Sementara itu, M Gani, kakak korban mengatakan, mendapat kabar dari temannya yang mengajar di SD tersebut. “Memang dia (korban) dia tinggal sendiri karena sudah cerai dengan suaminya dan saya yakin sekali kalau dia dibunuh,” ungkap Gani. (don)

Dirinya berharap agar pelaku bisa ditangkap polisi. “Sungguh tidak manusiawi. Mudah-mudahan polisi berhasil menangkap pelakunya,” katanya saat ditemui di RS Bhayangkara, Kamis (9/7/2020) malam




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment