Target PAD Lahat 2020 Turun 13,51 Persen

By Ariel 21 Jul 2020, 19:44:57 WIB Lahat
Target PAD Lahat 2020 Turun 13,51 Persen

Keterangan Gambar : Wakil Bupati Lahat, H Haryanto saat menyaksikan penandatanganan KUPA oleh Ketua DPRD Lahat, Fitrizal


LAHAT,onlinekite.id  – Target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Lahat, tahun anggaran 2020, mengalami penurunan sekitar 13,51 persen, dari semula sebesar Rp 1.946.162.778.004. Yakni diperkirakan tercapai Rp 1.683.245.110.495.

“Kami selaku Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lahat, memberikan support dan semangat kepada Pemerintah Daerah (Pemda), bekerja semaksimal untuk mengali sumber pendapatan yang baru, sehingga di tahun anggaran kedepan, target PAD dapat terpenuhi,” kata Ketua Banggar, Fitrizal Homizi ST melalui Anggota, Sutra Imansyah SE, Selasa (21/7). Dihadiri oleh Wakil Bupati Lahat H Haryanto SE MM MBA dalam penutupan Rapat Paripurna XIV ( Empat Belas ) Masa Persidangan Ketiga Tahun 2020, dalam rangka membahas rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD ( KUPA ) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara ( PPAS ) Kabupaten Lahat tahun 2020, di Gedung DPRD Lahat, Selasa (21/7).

Sutra menerangkan, pendapatan sektor hasil retribusi daerah masih perlu banyak ditingkatkan lagi. Target awal Rp 5.539.505.000, hanya tercapai Rp 3.504.994.000 atau setara 36,75 persen.

“Kami (Banggar DPRD Lahat, red), memberikan masukan, untuk menggunakan strategi intensifikasi dan ekstensifikasi,” ungkapnya.

Lanjut Sutra, bahwa untuk meningkatkan pendapatan yang bersumber dari pajak kendaraan bermotor. Pastinya dapat diambil langkah-langkah konkrit.

“Misalnya, penambahan jumlah samsat corner, gerai dan samsat keliling dengan tujuan mendekatkan diri kepada wajib pajak,” paparnya seraya menuturkan, memperbaiki database kendaraan bermotor, yang dimiliki oleh wajib pajak sehingga jumlah didapat lebih akurat.

Selain itu, sambung dia, pendapatan bisa dari pajak rokok, sebagai pungutan bea cukai yang dipunggut pemerintah, dengan perhitungan yang digunakan berdasarkan harga eceran atau HJE, dalam Perpres No 28/2018 tentang JKN.

“Mekanismenya, dari 50 persen pajak rokok untuk daerah, sesuai Permenkeu No 102/PMK.07 tahun 2015, dimana, Pemda diwajibkan untuk mengalokasikan 50 persen bagi pelayanan kesehatan,” ungkap Sutra.

Sementara itu, Wakil Bupati Lahat, H Haryanto SE MM MBA mengemukakan, tentunya ini menjadi masukan bagi pemerintah, supaya bekerja lebih optimal, dalam mencapai target-target pendapatan asli daerah (PAD).

“Pastinya, kita pelajari dan di tahun anggaran kedepan seluruh target dapat tercapai, dengan begitu, APBD Kabupaten Lahat terdongkrak demi pembangunan,” pungkasnya.

Dalam rapat tersebut, dipimpin dan dibuka oleh Ketua DPRD Lahat  Fitrizal Homizi, ST dan dihadiri oleh Kabag Ren Polres Lahat Kompol Soecrahmad, Wakil Ketua I DPRD Lahat Gaharu, SE  M M, Sekda Lahat Januarsyah, SH MM, Sekwan DPRD  Ramsi. SIP MM, pihak Kejari Lahat, Anggota DPRD Lahat, Asisten Pemkab Lahat, Para Kadis, Kabag, dan jajaran Pemkab Lahat.

Selain tentang target PAD, Panitia Khusus I DPRD Lahat, Dendi Alexander SKom memberikan pandangan, kesimpulan sekaligus sebagai saran pada Pemerintah Daerah dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020.

Sementara panitia Khusus II DPRD  Lahat Nopan Firmansyah, SE mengatakan. Setelah Panitia Khusus II melakukan pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Rancangan PPAS Perubahan APBD Kabupaten Lahat Tahun Anggaran 2020. Maka Panitia Khusus Il berkesimpulan, bahwa Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara APBD Perubahan yang nanti akan disepakati bersama. Selanjutnya digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan operasional anggaran dalam penyusunan Rencana Kerja Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA SKPD).

“Dalam penyusunan kebijakan umum perubahan APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara APBD Perubahan TA 2020 tetap berorientasi pada anggaran berbasis kinerja atau prestasi kerja yaitu suatu pendekatan penganggaran yang mengutamakan hasil dari program dan kegiatan yang akan atau telah dicapai dengan menggunakan anggaran secara kuantitas dan kualitas yang terukur,” jelasnya. (gbr)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment