Diduga Selewengkan Dana Desa, Kades Tanjung Kurung Ilir Didemo Warga

By Ariel 25 Nov 2019, 19:15:19 WIB Lahat
Diduga Selewengkan Dana Desa, Kades Tanjung Kurung Ilir Didemo Warga

Keterangan Gambar : Warga Desa Tanjung Kurung Ilir Saat melakukan unjuk rasa di depan kantor Bupati Lahat


LAHAT,onlinekite.id - Dikarenakan mosi tidak percaya dengan kepemimpinan Yuliansyah Saputra, warga menuntut Yuliansyah untuk mundur dari jabatan Kepala Desa (Kades) Tanjung Kurung Ilir. Dengan alasan, sang kades tak pernah berada di tempat dan diduga menyelewengkan dana desa (DD) tahun 2018 termin pertama.

Karena hal tersebutlah, segerombolan warga Desa Tanjung Kurung Ilir Kecamatan Tanjung Tebat menggelar aksi unjuk rasa (demo) ke kantor Pemkab Lahat, Senin (25/11/2019).

Ketua koordinator Serli dengan tegas mengatakan, Yuliansyah Saputra harus segera dicopot dari jabatannya sebagai Kades Tanjung Kurung Ilir.

“Kami sudah gerah dengan kepemimpinan Yuliansyah. Warga meninggal tidak datang, apalagi mau koordinasi dengan kami. Sementara bangunan dari dana desa tidak ada,” tegas dia.

“Menurut kabar beredar, kades banyak istri. Saat ini entah berada di istri ke berapa. Hari ini juga tolong bapak bupati berikan surat pemecatan Kades Tanjung Kurung Ilir, apabila tuntutan tersebut tidak dikabulkan kami akan bermalam disini,” ujar dia dengan nada kesal.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Lahat Januarsyah Hambali, yang menemui pendemo mengungkapkan, Pemkab Lahat meminta waktu untuk melakukan kajian baik dari surat pernyataan kades kepada masyarakat berdasarkan temuan-temuan Pada Anggaran Dana Desa (ADD) Tahun 2018-2019 dan Bantuan Gubernur (Banggup) 2019.

"Semuanya masih butuh proses untuk mengabulkan permintaan masyarakat. Dari penjelasan beberapa instansi terkait permasalahan ini prosesnya sedang berjalan dan membutuhkan waktu sesuai atauran yang berlaku," ujar Sekda Januarsyah Hambali.

Terkait apakah pencairan ADD masih bisa direalisasikan meski ADD tahun 2018 banyak indikasi penyimpangan oleh Kades.

Dijelaskan Plt Kepala DPMD Lahat, Beni Zainuddin bahwa Kades telah menandatangi surat pernyataan sanggup menyelesaikan temuan.

"Dasarnya itu termin 1-2 dicairkan. Sayangnya usai direalisasikan sampaikan sekarang kades ini jangankan menyelesaikan pernyataannya, datang diundang secara resmi pun tidak hadir."

"Maka kami memerintahkan kepada camat untuk melakukan monitoring dan diambil keputusan ADD tahap 3 tahun 2019 tidak dicairkan sebelum kades menyelesaikan pernyataannya," ungkapnya. (arl)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment